Kajian Media Digital Anti-Perundungan di Sekolah Dasar
Ulasan Ilmiah
Artikel berjudul “Pemanfaatan Media Digital sebagai Media Edukasi Anti Perundungan di SDN Lontar Baru Kota Serang” berfokusterhadap pemanfaatan media digital berupa PowerPoint interaktif sebagai sarana edukasi anti-perundungan di sekolah dasar.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana media digital berbentuk PowerPoint interaktif dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi anti-perundungan bagi siswa sekolah dasar, khususnya siswa kelas IV di SDN Lontar Baru Kota Serang. Penelitian dilakukan karena bullying masih menjadi masalah yang berdampak pada kesehatan mental dan hubungan sosial siswa, sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh anak. Peneliti ingin mengetahui apakah penggunaan media digital dapat membantu siswa memahami pengertian, bentuk, dan dampak perundungan serta mendorong mereka untuk menghindari perilaku tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV di SDN Lontar Baru Kota Serang. Penelitian menggunakan beberapa instrumen, yaitu pedoman wawancara, kuesioner, tes, dan dokumentasi. Tahapan penelitian dimulai dari penyusunan media PowerPoint interaktif, pelaksanaan pembelajaran di kelas, hingga pengumpulan data mengenai pemahaman dan respons siswa setelah menggunakan media tersebut. Dengan metode ini, peneliti berusaha menggambarkan secara rinci bagaimana siswa menerima dan memahami materi anti-perundungan melalui media digital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu memahami materi anti-perundungan dengan baik dan merasa puas terhadap penggunaan PowerPoint interaktif. Namun, validitas hasil masih terbatas karena artikel tidak menjelaskan secara rinci jumlah responden, teknik analisis data, maupun persentase hasil yang diperoleh. Selain itu, tidak terdapat data kuantitatif yang menunjukkan perbandingan sebelum dan sesudah penggunaan media, sehingga hasil penelitian masih cenderung bersifat deskriptif.
Kelebihan artikel ini adalah topik yang diangkat sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini, terutama karena siswa sekolah dasar sudah akrab dengan teknologi digital. Artikel juga menawarkan solusi yang praktis dan mudah diterapkan oleh guru, karena PowerPoint interaktif dapat dibuat dan digunakan tanpa memerlukan perangkat yang rumit. Selain itu, media yang digunakan lebih menarik dibandingkan metode ceramah biasa sehingga dapat meningkatkan perhatian dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
Di sisi lain, artikel ini memiliki beberapa kekurangan. Penjelasan mengenai jumlah peserta, karakteristik siswa, dan teknik analisis data masih kurang rinci. Artikel juga belum menjelaskan bagaimana bentuk PowerPoint interaktif yang digunakan, misalnya fitur, isi materi, atau contoh aktivitas yang diberikan kepada siswa. Selain itu, penelitian hanya dilakukan pada satu kelas dan dalam waktu yang singkat, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan untuk sekolah lain. Artikel juga belum mengkaji dampak jangka panjang, misalnya apakah pemahaman siswa tentang anti-perundungan tetap bertahan setelah beberapa minggu atau bulan.
Catatan pengulas: Artikel ini sudah sangat baik karena menunjukkan bahwa media digital dapat dimanfaatkan secara kreatif untuk menanamkan sikap anti-perundungan pada siswa sekolah dasar. Inovasi yang digunakan menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Ke depan, artikel ini akan menjadi lebih kuat jika dilengkapi data yang lebih rinci dan evaluasi jangka panjang. Tetap pertahankan ide kreatif seperti ini karena sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




