IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN COOPERATIVE LEARNING
Ulasan Ilmiah
Pembelajaran pendidikan Pancasila di sekolah dasar dapat membentuk pemahaman siswa mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara. Menurut hasil observasi yang dilakukan di SDN Gebanganom, pembelajaran masih berpusat kepada guru sehingga siswa belum terlibat secara aktif dalam pembelajaran yang membuat motivasi belajar siswa tidak stabil dan diskusi kelas berjalan secara pasif. Hal ini membuat perlunya ada model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa.
Model Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model yang diyakini mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa, dimana siswa lebih terlibat dan aktif dalam pembelajaran melalui penyelesaian masalah yang relevan dengan kehidupan. Selain itu, model Cooperative juga strategis untuk diterapakan untuk mengajarkan tanggung jawab setiap anggota dalam menyelesaikan tugas.Â
Metode penelitian yang digunakan yakni Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengumpulan data menggunakan soal evaluasi, lembar observasi, peneliti juga menggunakan triangulasi teknik untuk memperkuat validitas penelitian. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Dari hasil dan pembahasan, terdapat perubahan peningkatan pemahaman siswa, dimana rata-rata siswa pada pretest 61,94 meningkat menjadi 82,11 pada rata-rata posttest. Hal ini memperkuat temuan bahwa model ini efektif dalam mengoptimalkan proses efektif dalam mengoptimalkan proses dan hasil belajar siswa.
Kelebihan Artikel: Permasalahan yang diangkat relevan dengan kondisi nyata di kelas, sehingga sesuai dengan karakteristik PTK. Alur penulisan juga sistematis mulai dari latar belakang, metode, hingga hasil, serta didukung oleh penyajian data yang jelas melalui perbandingan pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan signifikan. Selain itu, pembahasan telah dikaitkan dengan teori dan penelitian sebelumnya sehingga memperkuat hasil penelitian secara akademis.
Kelemahan Artikel: Pembahasan lebih menekankan pada model PBL dibanding Cooperative Learning. Selain itu, hasil penelitian juga tidak dipaparkan secara rinci per siklus sehingga proses peningkatan kurang terlihat jelas. Analisis data cenderung sederhana dan deskriptif tanpa pedalaman yang lebih kritis, serta tidak disertai penjelasan mengenai keterbatasan penlitian. Kesimpulan yang disajikan juga belum sepenuhnya mencerminkan seluruh variabel yang diteliti.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




