Implementation of Anti-Bullying Learning Media in Elementary Schools
Ulasan Ilmiah
Artikel berjudul “Character Education Management: Implementation of Anti-Bullying Learning Media in Elementary Schools” yang ditulis oleh Santhi Pertiwi, Ersa Ananda Balqis, dan Inneke Sheptia Faradiva (2025) membahas upaya penanggulangan bullying di sekolah dasar melalui penerapan media pembelajaran berbasis karakter yang terintegrasi dalam manajemen pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi perilaku bullying sekaligus membangun budaya sekolah yang lebih positif melalui penggunaan media visual seperti banner, poster, dan stiker edukatif. Jika dilihat dari sisi kebaruan, penelitian ini menawarkan pendekatan yang cukup menarik karena tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga mengintegrasikan media sederhana ke dalam lingkungan sekolah sebagai bagian dari strategi manajemen pendidikan karakter.
Metode yang digunakan dalam artikel ini berupa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan deskriptif. Proses pelaksanaannya dilakukan secara bertahap mulai dari observasi kebutuhan, perencanaan program, pembuatan media, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pendekatan ini menunjukkan adanya sistematika yang cukup jelas dalam pelaksanaan program. Dari sisi validitas hasil, penelitian ini didukung oleh data observasi, wawancara dengan guru, serta perubahan yang tampak pada perilaku siswa dan lingkungan sekolah. Meskipun demikian, validitasnya masih bersifat terbatas karena tidak disertai pengukuran kuantitatif yang rinci, sehingga perubahan yang terjadi lebih banyak dideskripsikan secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media visual mampu meningkatkan pemahaman siswa terkait bentuk-bentuk bullying serta menumbuhkan kesadaran untuk berperilaku lebih positif. Selain itu, lingkungan sekolah menjadi lebih kondusif dan interaksi antar siswa juga mengalami perbaikan. Kelebihan dari artikel ini terletak pada konsepnya yang sederhana namun aplikatif, sehingga mudah diterapkan di berbagai sekolah dengan keterbatasan fasilitas. Selain itu, keterlibatan seluruh warga sekolah, seperti guru dan kepala sekolah, menjadi nilai tambah karena mendukung keberlanjutan program.
Namun demikian, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Artikel ini belum menjelaskan secara detail mengenai instrumen evaluasi yang digunakan untuk mengukur keberhasilan program, sehingga tingkat efektivitasnya sulit dibandingkan secara objektif. Selain itu, tidak adanya data kuantitatif membuat hasil penelitian cenderung subjektif. Durasi pelaksanaan yang relatif singkat juga menjadi keterbatasan karena belum dapat menunjukkan dampak jangka panjang dari program tersebut. Secara keseluruhan, artikel ini sudah memberikan gambaran yang cukup baik mengenai implementasi pendidikan karakter melalui media pembelajaran, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek pengukuran dan analisis data agar hasilnya lebih komprehensif.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




