Tinjauan Pedagogis Video Keberagaman Budaya Kelas 4

Report Abuse

Media/Video Pembelajaran (Embed Link)

Deskripsi Sumber Asli (Eksternal)

Judul Sumber Asli
KEBERAGAMAN SOSIAL DAN BUDAYA | PKN | KURIKULUM MERDEKA | KELAS 4 SD/MI
Nama Institusi/Kanal Sumber
Iin Dewi Susanti
Jenis Sumber Media/Video
Video YouTube
Tahun Publikasi
2025
Jenis Lisensi Sumber
Copyright (All Rights Reserved)

Ulasan Media/Video Pembelajaran

Video pembelajaran berjudul “Keberagaman Sosial dan Budaya | PKN | Kurikulum Merdeka | Kelas 4 SD/MI” yang diunggah oleh kanal YouTube Iin Dewi Susanti menyajikan instrumen materi yang sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran Pendidikan Pancasila Fase B. Secara esensial, video ini mengupas tuntas konsep keberagaman sosial dan budaya sebagai modalitas utama bangsa, di mana interaksi antar-suku, bahasa, dan adat istiadat tidak hanya memperkuat integrasi nasional melalui sikap toleransi, melainkan juga memberikan dampak eksponensial pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berwawasan kebudayaan. Selain menekankan pada aspek teoretis keberagaman, narasi dalam video ini berhasil menginternalisasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila secara konkret melalui penanaman konsep gotong royong yang berlandaskan asas kemanusiaan dan kesejahteraan bersama, serta menegaskan kembali posisi strategis Bahasa Indonesia sebagai lingua franca pembentuk identitas nasional yang bersumber dari momentum historis Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Ditinjau dari perspektif pedagogis sekolah dasar, video pembelajaran ini memiliki keunggulan pada struktur penyampaian materi yang sistematis dan penggunaan diksi yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik usia kelas rendah menuju tinggi. Pengkondisian definisi materi dibuat sederhana dan langsung berorientasi pada contoh kehidupan sehari-hari, sehingga mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). Namun, sebagai bahan refleksi bagi calon pendidik di jenjang sekolah dasar, efektivitas video ini akan jauh lebih optimal apabila narasi teks yang ada didukung oleh visualisasi konkret berupa dokumentasi riil kebudayaan Nusantara guna menstimulus pemikiran kritis siswa yang berada pada tahap operasional konkret. Secara keseluruhan, media audio-visual ini dapat dikategorikan sebagai referensi bahan ajar digital yang representatif dalam membelajarkan nilai-nilai kebangsaan, kebinekaan global, dan nasionalisme pada implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.

 

 

Informasi Pengulas

Nama Lengkap
Ade Irma Damayanti
ID (NIM)
240611100004
Kelas
PGSD 4A
Matakuliah
Pembelajaran PKn SD
Pernyataan Etik
Saya mencantumkan sumber secara lengkap, Konten digunakan untuk tujuan edukatif

Catatan Ulasan

Model Pembelajaran
Contextual Teaching and Learning (CTL) atau Pembelajaran Kontekstual (Sangat cocok karena konten video ini mengaitkan materi keberagaman langsung dengan realitas sosial dan ekonomi di sekitar siswa).
Mata Pelajaran/Tema
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) / Keberagaman Sosial dan Budaya di Indonesia
Jenjang Pendidikan
Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas 4 (Fase B)
Manfaat Praktik Baik
Video pembelajaran ini layak menjadi contoh karena berhasil menyederhanakan materi keberagaman yang biasanya padat, menjadi tayangan yang ringkas dan mudah ditangkap anak kelas 4 SD. Narasi di dalamnya langsung menyasar pada hal-hal konkret yang ada di sekitar siswa, seperti bagaimana toleransi bisa memperkuat persaudaraan dan bagaimana budaya kita bisa menarik perhatian wisatawan asing. Pemilihan materi ini sangat pas dengan semangat Kurikulum Merdeka yang mengutamakan pembelajaran kontekstual, bukan sekadar hafalan teori yang kaku. Nilai tambahnya, pembuat konten juga berhasil menyelipkan pembentukan karakter gotong royong dan nasionalisme lewat momen sejarah Sumpah Pemuda secara natural di akhir video.
Bagi mahasiswa PGSD atau guru sekolah dasar, video ini bisa dijadikan acuan praktis dalam menyusun media pembelajaran audio-visual. Kita bisa belajar bagaimana cara mengemas materi PKN yang sarat akan nilai-nilai kebangsaan menjadi komunikasi yang komunikatif bagi anak usia operasional konkret. Melalui pemanfaatan media yang hidup seperti ini, proses belajar di kelas tentu akan jauh lebih interaktif dan membantu siswa memahami esensi kebinekaan tanpa merasa cepat bosan.
Potensi Adaptasi
Meskipun video ini sudah sangat runtut, guru kelas 4 masih bisa mengadaptasi dan mengembangkan penggunaannya agar pembelajaran di kelas menjadi jauh lebih interaktif. Di awal pembelajaran, video ini tidak harus langsung diputar sampai habis. Guru bisa memotongnya menjadi beberapa bagian, lalu menyisipkan kegiatan tanya jawab pemantik. Misalnya, setelah video menjelaskan tentang manfaat keberagaman budaya bagi pariwisata, guru bisa langsung meminta siswa bercerita tentang tempat wisata atau tradisi unik yang pernah mereka lihat di daerahnya sendiri. Cara ini akan membuat siswa lebih aktif dan merasa terlibat langsung dalam materi yang sedang dibahas.
Selain itu, materi gotong royong dan Sumpah Pemuda yang ada di bagian akhir video sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kegiatan berbasis proyek (Project Based Learning). Guru bisa mengadaptasi isi video ini sebagai pengantar sebelum mengajak siswa melakukan praktik gotong royong sederhana di lingkungan sekolah, atau meminta mereka berdiskusi kelompok tentang arti penting menjaga persatuan lewat bahasa Indonesia. Dengan melakukan adaptasi-adaptasi kreatif tersebut, video pembelajaran ini tidak hanya berfungsi sebagai media tontonan pasif, melainkan menjadi pemantik diskusi yang menghidupkan suasana kelas sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka.

Informasi Tambahan

Author Info

Ade

Member since 3 bulan ago
  • 240611100004@student.trunojoyo.ac.id
View Profile

There are no reviews yet.

Leave a Review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Info

Ade

Posted 56 tahun ago
  • 240611100004@student.trunojoyo.ac.id
Contact Agent View Profile