PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI 3 DIMENSI SEBAGAI MEDIA EDUKASI CYBERBULLYING
Ulasan Ilmiah
Artikel yang berjudul “Pengembangan Video Animasi 3 Dimensi sebagai Media Edukasi Cyberbullying di Kalangan Siswa Sekolah Dasar” ditulis oleh Ni Komang Meliyanti, I Gede Partha Sindu, dan I Nyoman Indhi Wiradika yang berasal dari Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Universitas Pendidikan Ganesha. Artikel ini dipublikasikan dalam KARMAPATI: Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika Volume 14 Nomor 2 Tahun 2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus cyberbullying di kalangan siswa sekolah dasar yang disebabkan oleh tingginya penggunaan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Instagram, dan TikTok oleh anak-anak usia 10–12 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa siswa membutuhkan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya serta dampak cyberbullying dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berupa video animasi tiga dimensi yang dapat digunakan sebagai sarana edukasi mengenai cyberbullying bagi siswa sekolah dasar. Media ini dirancang agar mampu menyampaikan pesan secara visual sehingga siswa dapat lebih mudah memahami bentuk-bentuk cyberbullying serta dampak negatif yang ditimbulkannya. Selain itu, media animasi juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak melakukan tindakan perundungan di dunia digital.
Kebaruan (novelty) dari penelitian ini terletak pada pengembangan media edukasi berbasis video animasi tiga dimensi yang dirancang secara khusus untuk memberikan pemahaman tentang cyberbullying kepada siswa sekolah dasar. Berbeda dengan media pembelajaran konvensional seperti buku atau ceramah, media animasi memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik karena menggabungkan unsur visual, suara, dan alur cerita yang dekat dengan kehidupan siswa. Dengan pendekatan ini, pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan lebih efektif dan tidak terasa membosankan bagi peserta didik.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Proses pengembangan media dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan media, pengembangan produk, hingga proses evaluasi. Dalam penelitian ini juga dilakukan uji validitas oleh ahli media dan ahli materi untuk menilai kelayakan video animasi yang dikembangkan. Selain itu, uji coba juga dilakukan kepada siswa untuk mengetahui respon mereka terhadap media pembelajaran yang telah dibuat. Validitas hasil penelitian diperoleh melalui penilaian para ahli serta hasil uji coba kepada pengguna sehingga media yang dikembangkan dapat dinilai layak digunakan sebagai sarana edukasi cyberbullying.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa video animasi tiga dimensi yang dikembangkan dinilai layak untuk digunakan sebagai media edukasi bagi siswa sekolah dasar. Media tersebut mampu menyampaikan informasi mengenai cyberbullying secara lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, penggunaan animasi juga membantu meningkatkan minat belajar serta membuat siswa lebih tertarik untuk memahami pesan moral yang disampaikan dalam video. Dengan demikian, media ini dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam memberikan edukasi mengenai perilaku bermedia sosial yang positif.
Artikel ini memiliki beberapa kelebihan, di antaranya adalah penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi serta karakteristik siswa sekolah dasar yang cenderung menyukai media visual. Selain itu, proses pengembangan media dilakukan secara sistematis sehingga menghasilkan produk yang telah melalui tahap validasi. Namun demikian, penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti pelaksanaan uji coba yang masih terbatas pada lingkup tertentu serta belum dilakukan pengujian dalam jangka waktu yang lebih panjang untuk melihat dampak penggunaan media terhadap perubahan perilaku siswa secara nyata. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan pengujian yang lebih luas agar efektivitas media pembelajaran ini dapat diketahui secara lebih mendalam.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
https://doi.org/10.23887/karmapati.v14i2.97663
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




